Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti melakukan kunjungan sekaligus meresmikan fasilitas digital di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 31 Ngaliyan, Semarang.
Dalam kunjungannya tersebut, ia memberikan pesan strategis yang menegaskan bahwa keberhasilan program prioritas wajib belajar 13 tahun mutlak membutuhkan fondasi pendidikan prasekolah yang kuat.
“Pendidikan yang paling menentukan adalah di tingkat prasekolah. Karakter anak di masa depan sangat bergantung kepada apa yang mereka alami di masa belia ini,” tegas Mu’ti pada Sabtu, (4/4).
Turut meresmikan fasilitas digital, Mu’ti mengungkap apresiasinya atas inovasi pengelola sekolah yang telah berani mengadopsi teknologi digital. Mendukung ikhtiar ini, pemerintah bahkan memberikan dukungan berupa perangkat Interacgtive Flat Panel (IFP).
Kehadiran dari fasilitas canggih ini nantinya akan digunakan untuk memastikan ekosistem pendidikan Muhammadiyah agar kedepan sekolah Muhammadiyah dapat terus relevan dengan kemajuan masa depan.
Selaras dengan itu, Ketua PCM Ngaliyan, Karnadi, mengungkap rasa syukurnya atas pembangungan gedung baru ini. Bersama Kepala Sekolah TK ABA 31 dan masyarakat setempat, TK ABA ini memiliki rencana besar untuk pengembangan kawasan menjadi titik episetntrum pendidikan Muhammadiyah yang terintegrasi.
“Kami ingin melakukan make up agar wajah pendidikan di sini menjadi ceria. TK ABA 31 akan menjadi barometer bagi sekolah lain dalam hal inovasi pembelajaran,” jelas Karnadi.
Peresmian TK ABA 31 ini menjadi momentum spesial yang kedepan diharapkan dapat semakin memperkuat posisi Muhammadiyah sebagai pelopor pendidikan dan pendidikan usia dini.








💬 Diskusi Pembaca
0 Tanggapan Diskusi
Silakan masuk untuk mulai berdiskusi gaes.
Belum ada diskusi di sini. Jadilah yang pertama!